Palembang, 25 Juli 2022 — Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Sesditjen Pauddasmen Kemendikbudristek), Dr. Sutanto, S.H. M.A., mengadakan kunjungan kerja dan audiensi dengan Walikota Palembang dalam rangka implementasi Kurikulum Merdeka di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Senin (25/7). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka mempertegas komitmen Kemendikbudristek untuk transformasi pendidikan di Indonesia. Turut hadir mendampingi Dr. Sutanto, Kepala BPMP Provinsi Sumatera Selatan, Kepala BGP Provinsi Sumatera Selatan, Koordinator Penjaminan Mutu Pendidikan dan Kerjasama Ditjen Pauddasmen.

Dalam audiensinya dengan Walikota Palembang yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa, bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palembang, Dr. Sutanto mengungkapkan bahwa kebijakan kurikulum merdeka merupakan alternatif solusi learning loss akibat pandemi covid-19. Implemaentasi kurikulum merdeka dilakukan melalui jalur Program Sekolah Penggerka (PSP) atau jalur mandiri, yaitu mandiri belajar, mandiri berubah atau mandiri berbagi. Dr. Sutanto, M.A. mengungkapkan bahwa Kemendikbudristek menawarkan 6 strategi mensukseskan implementasi kurikulum merdeka, yaitu dengan memamnfaatkan 1). Platform merdeka mengajar, 2) seri webinar, 3) komunitas belaljar, 4). narasumber praktik baik dari program sekolah penggerak, 5). helpdesk, dan 6). mitra pembangunan. Lebih lanjut Pak Sutanto menjelaskan miskonsepsi tentang kurikulum merdeka. Dijelasknaa bahwa esenai dari kurikulum merdeka adalah transformasi dan inovasi. “Ada empat ciri sekolah yang sukses melakukan transformasi,” ungkap Sutanto. Pertama, keputusan yang diambil sekolah menomorsatukan kepentingan siswa. Kedua, satuan pendidikan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Ketiga, satuan pendidikan mengembangkan budaya refleksi diri. Keempat, hasil belajar siswa harus mengalami peningkatan terutama terkait kemampuan literasi dan numerasi.

Selain peran sekolah, keberhasilan implementasi kurikulum merdeka memerlukan dukungan pemda. Walikota Palembang diwakili sekretaris daerah kota palembang, Ratu Dewa, menyatakan sangat mendukung kebijakan implementasi kurikulum merdeka di kota Palembang., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palembang, H. Zulinto, S.Pd., MM. juga mendukung kurikulum merdeka.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatea Selatan, Drs. H. Reza Fahlevi, MM yang juga hadir mewakili pemerintah provinsi Sumatera Selatan dalam kegiatan kunjungan kerja dan audiensi Sesditjen Kemendikbudristek dengan Pemerintah Daerah Kota Palembang menyatakan dukungannya terhadap implementasi kurikulum merdeka jalur mandiri.
Usai melakukan audiensi dengan walikota Palembang, selanjutnya Sesditjen Kemendikbudristek melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Dasar IGM Palembang dan SMAN Plus 17 Palembang. Kunjungan kerja ke beberapa sekolah lain di Kota Palembang, antara lain TK Pesona Bunda Sukarami Palembang, dan SMP Negeri 20 Palembang terkait dukungan implementasi kurikulum merdeka, diwakili oleh Kepala BPMP Provinsi Sumatera Selatan dan timnya, dan Kepala BGP Provinsi Sumatera Selatan dan timnya. Kunjungan ke sekolah dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan sekolah mengimplementasikan kurikulum merdeka. Berdasarkan hasil kunjungan tersebut, sekolah siap menerapkan kurikulum merdeka untuk transformasi pendidikan.
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderala
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Laman: Kemendikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdiukbud.RI
Instagram: Instagram.com.kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com.kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id
merdekabelajar
bersamahadapikorona
pulihbersama



